Rumah Tinggal Atap, Ratusan Warga Mengungsi di Ruas Tol Merak
Air kecokelatan merendam permukiman Desa Kragilan, Kecamatan Kragilan, Serang, Banten, tepatnya di dekat pintu gerbang Tol Ciujung, Kamis (10/1/2013). Tak tanggung-tanggung, sebagian rumah hanya menyisakan atap.
Saat air mulai datang, warga langsung menyelamatkan diri. Mereka menuju ruas Tol Merak KM 59 yang tidak tergenang air. Tindakan serupa juga dilakukan puluhan warga Dukuh Undar-andir, Kragilan. Mereka mendirikan tenda di ruas tol di KM 56. Dua ruas lokasi pengungsian darurat ini berjarak 3 km, terpisah banjir.
Dengan menggunakan perahu karet, sejumlah personel kepolisian, TNI, dan SAR berusaha mengevakuasi warga Undar-andir, tapi warga menolak. Warga memilih tetap berada di ruas tol sambil menunggu air surut.
Sejumlah permukiman juga tergenang air. Mereka mengungsi di kawasan-kawasan terdekat. Menurut informasi, mereka belum 'tersentuh' bantuan karena sulitnya akses ke lokasi.
Banjir yang terjadi sejak dini hari tadi disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciujung, Serang. Tak hanya permukiman, ruas tol, yakni di KM 56-59, juga ikut terendam. Arus lalu lintas dialihkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar